rusmini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

GTK PAUD DAN DIKMAS PONTIANAK 2018

SENIN MALAPETAKA

Kring...kring..kring... mini..

Ku dengar dari dalam rumah suara teman- temanku memanggil

Kulihat wida, anisah, dan pipit sudah siap untuk pergi ke sekolah.

Segeralah aku mengambil sepedah butterfly yang di sandarkan di tebok rumah.

Tapi pagi ini ada yang aneh dengan teman ku pipit

Mini: pipit tumben kamu di bonceng sama anisah

Pipit: iya kaki saya bisulan, jadi hari ini di bonceng sama anisah

Sambil ku lihati bisul yang ada di kaki pipit.

Ayo kita berangkat” ujar wida

Anisah: Ayo, ayo kita nanti kesiangan

Udara di pagi itu sangat lah sejuk burung- burung berkicauan mengiringi perjanan kami. Kayuhan demi kayuhan kami nikmati di iringi dengan canda tawa kami.

Haha...( tertawa bersama melihat tingkah anisah yang membonceng pipit dengan gaya ngebut naik sepedahnya)

Pipit : anisaaaaah (berteriak) jangan ngebuuuuut nanti bisulku pecah

Tanpa menghirukan jeritan pipit yang panik, anisah terus mengayuh sepedah kecilnya

Saat itu nasib tidak memihak

Gubrakkk!

Ternyata sepedah mereka terjatuh

Pipit: aduuh anisah, aku udah bilang jangan kencang – kencang pecah kan bisul aku( sambil meringis kesakitan)

Melihat mereka terjatuh aku dan wida langsung memparkirkan sepedah di tepi jalan

Bukan nya menolong tapi kami malah tertawa. Pipit berusaha mengelap bisulnya dengan rok nya.

“Yaudah pipit bonceng sama aku ” ujarku

Perjalanan kami lanjutkan. Di tikungan tajam sepedah ku melaju pelan-pelan sambil

Tapi ada keanehan dengan sepedah ku

Mini: wida coba kamu lihat ban sepedah ku

Wida : mini ban belakang kamu ban dalamnya keluar

Mini: iya deh ngga papa

Sepedah terus saya kayuh karena ban belum mengalami kerusakan parah.

Namun aku sedang asik- asik mengayuh ada bunyi yang mengejutkan kami berempat

Ban sepedah ku meledak seperti bisul pipit yang pecah.

Mini:Aduuuuh gimana nih kita belum nyampe sekolah ban ku meledak

Anisah: kita tuntun bareng bareng aja

Wida dan pipit: iya deh , kita kan sahabat

Matahari pun memunculkan sinarnya

Ketika kami ber empat sampai di tegel yang tinggi

Wida menaiki sepedahnya, dari ketinggian tegel tesebut wida mengayuh dengan sekencang-kencangnya. Sebenarnya aku mempunyai firasat kalu wida akan terjatuh dari sepeda. Dan ternyata wida jatuh di depan mata kami.

Kami bertiga langsung lari sambil menuntun sepedah dengan tergopoh- gopoh

Pipit: wida kamu ngga papa

Wida: aduuh lutut ku sakit

Anisah: ayo wid aku bantu berdiri

Sambil melanjutkan perjalanan kami tertawa bersama- sama. Mengingat peristiwa yang baru kami alami.

Sesampainya di sekolah, kami di sambut oleh pak tatang guru olahraga.

Pak tatang: kenapa itu

Kami pun menceritakan kejadian yang kami alami. sepedah ban ku yang meledak akhirnya di ganti dengan ban baru. Luka dikaki wida diobati oleh maimunah salah satu teman kami di sekolah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali